Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Hai Pria! Minumlah Teh Jika Ingin Langsing dan pengen perut rata

0 komentar

Eti NurHayati

Hai Pria! Minumlah Teh Jika Ingin Langsing dan pengen perut rata ;)

Pernah Anda terpikir bahwa teh merupakan rahasia dalam menurunkan berat badan? Untuk laki-laki, hal ini benar adanya atau paling tidak teh tidak akan merugikan Anda.

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa laki-laki yang minum lebih dari dua cangkir teh sehari memiliki ukuran pinggang yang lebih langsing dibandingkan laki-laki yang minum kopi atau jenis minuman lainnya. Tapi, hal yang sama tidak berlaku pada perempuan.

Menurut peneliti, studi-studi sebelumnya juga telah mempelajari hubungan kebiasaan minum kopi dan teh dengan obesitas. Tapi, sebelumnya belum diketahui bagaimana kebiasaan ini mempengaruhi obesitas di area perut. Kelebihan berat badan di area perut telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung dan diabetes.

"Potensi adanya hubungan antara kopi atau teh dengan obesitas di area perut tidak bisa dianggap sepele mengingat lebih dari 60 persen orang dewasa mengonsumsi minuman ini," tutur peneliti D. R. Bouchard dari Queen's University di Kingston, Ontario, seperti dikutip situs ******.com

Lingkar pinggang
Hasil menunjukkan bahwa setelah memperhitungkan faktor risiko lainnya, konsumsi kopi tidak terkait dengan obesitas di area perut pada laki-laki dan perempuan. Penggunaan gula serta pemanis buatan kelihataanya berperan penting dalam obesitas di area perut.

Pada laki-laki, penggunaan gula ke dalam teh berkaitan dengan penurunan ukuran lingkar pinggang sebesar 1 inci. Tapi, penggunaan pemanis buatan berkaiatn dengan penambahan ukuran lingkar pinggang sebanyak 2 inci.

Di antara perempuan, penggunaan susu ke dalam teh berkaitan dengan pengurangan ukuran lingkar pinggang sebanyak 2/3 inci. Tapi, perempuan yang menggunakan pemanis buatan rata-rata mengalami penambahan ukuran lingkar pinggang sebanyak 1 inci

Bikin sendiri Air Minum Sehat Pake Sinar Matahari

0 komentar

by ZAAMEED HEARTS: http://diimaazazza.blogspot.com/2010/01/bikin-sendiri-air-minum-sehat-pake.html

SODIS (Solar Water Disinfection) merupakan sebuah cara sederhana untuk memperoleh air minum yang sehat dengan memanfaatkan sinar matahari. Pada prinsipnya, SODIS dilakukan dengan menjemur air mentah dalam wadah transparan selama beberapa jam agar panas yang dihasilkan bersinergi dengan sinar UV (Ultra Violet) membunuh bakteri dalam air. Pendek kata, SODIS memang murah, dan yang lebih penting, benar-benar membunuh bakteri dalam air.

Berikut langkah-langkah yang dapat anda lakukan:
  • Sediakan botol transparan, bening, dan tidak berwarna. Misalnya botol bekas air dalam kemasan merk apa saja, meskipun disarankan anda menggunakan botol berbahan kaca/gelas. INGAT! Botol tidak perlu terlalu besar karena sinar matahari tidak akan optimal dalam memanaskan air dalam botol yang berukuran besar.
  • Bersihkan botol sebelum diisi air, dan digunakan untuk menjemur air.
  • Setelah benar-benar bersih, isi botol tersebut dengan air mentah hingga penuh, dan kemudian tutup rapat-rapat. Pastikan air yang akan diolah tersebut cukup bening, jangan keruh. Karena sinar Ultra Violet tidak akan mampu menembus air yang keruh.
  • Jemur dibawah terik matahari dengan posisi botol rebah (jangan berdiri). Lama penjemuran dari pagi hingga sore, atau paling sedikit jemurlah selama 6 jam. Jika tidak mendapatkan sinar matahari yang maksimal, maka lakukan penjemuran air ini selama 2 hari.
  • Air dalam botol siap dikonsumsi.
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2082627
Info lebih lengkap dan menarik lainnya, click http://diimaazazza.blogspot.com/2010/01/bikin-sendiri-air-minum-sehat-pake.html

Instrumen Rumah Sehat

0 komentar

by Munif Arifin, http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/03/instrumen-rumah-sehat.html    


Penilaian Rumah Sehat
Rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan terkait erat dengan penyakit berbasis lingkungan, dimana kecenderungannya semakin meningkat akhir-akhir ini Penyakit-penyakit berbasis lingkungan masih merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Bahkan pada kelompok bayi dan balita, penyakit-penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan lebih 80% dari penyakit yang diderita oleh bayi dan balita. Keadaan tersebut mengindikasikan masih rendahnya cakupan dan kualitas intervensi kesehatan lingkungan (Data Susenas 2001)
Rumah sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai derajat kesehatan yang optimum. Untuk memperoleh rumah yang sehat ditentukan oleh tersedianya sarana sanitasi perumahan. Sanitasi rumah adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap struktur fisik dimana orang menggunakannya untuk tempat tinggal berlindung yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Rumah juga merupakan salah satu bangunan tempat tinggal yang harus memenuhi kriteria kenyamanan, keamanan dan kesehatan guna mendukung penghuninya agar dapat bekerja dengan produktif.
Salah satu Instrument Penilaian Rumah Sehat mengacu pada Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat Depkes RI Tahun 2007, dengan pembagian bobot penilaian meliputi bobot komponen rumah, bobot sarana sanitasi, serta bobot pada perilaku penghuni. Sesuai dengan pedoman ini, secara umum rumah dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah, adanya ruangan khusus untuk istirahat (ruang tidur), bagi masing-maing penghuni;
2. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup;
3. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena pengaruh luar dan dalam rumah, antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi bangunan rumah, bahaya kebakaran dan kecelakaan di dalam rumah;
Pada Modul ini akan diuraikan pula beberapa topik pembahasan antara lain :
A. Aspek yang berkaitan dengan rumah sehat, seperti ventilasi, pencahayaan, penghawaan, suhu dan kelembaban,
B. Indikator dan Parameter Penilaian Rumah, seperti :
1. Komponen Rumah
2. Sarana Sanitasi
3. Perilaku Penghuni
Modul Rumah Sehat secara lengkap Dapat DIDOWNLOAD disini
Info lebih lengkap dan menarik lainnya, click http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/03/instrumen-rumah-sehat.html

Rumah dan Lingkungan Sehat

0 komentar

by Munif Arifin, http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/08/rumah-dan-lingkungan-sehat.html          

Setiap manusia dimanapun berada membutuhkan tempat untuk tinggal yang disebut rumah. Rumah berfungsi sebagai tempat untuk melepaskan lelah, tempat bergaul dan membina rasa kekeluargaan diantara anggota keluarga, tempat berlindung dan menyimpan barang berharga, dan rumah juga merupakan status lambang sosial (Azwar, 1996; Mukono, 2000).
Perumahan merupakan kebutuhan dasar manusia dan juga merupakan determinan kesehatan masyarakat. Karena itu pengadaan perumahan merupakan tujuan fundamental yang kompleks dan tersedianya standar perumahan merupakan isu penting dari kesehatan masyarakat. Perumahan yang layak untuk tempat tinggal harus memenuhi syarat kesehatan sehingga penghuninya tetap sehat. Perumahan yang sehat tidak lepas dari ketersediaan prasarana dan saran a yang terkait, seperti penyediaan air bersih, sanitasi pembuangan sampah, transportasi, dan tersedianya pelayanan sosial (Krieger and Higgins, 2002).
Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya yang dipakai sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga (UU RI No. 4 Tahun 1992). Menurut WHO, rumah adalah struktur fisik atau bangunan untuk tempat berlindung, dimana lingkungan berguna untuk kesehatan jasmani dan rohani serta keadaan sosialnya baik untuk kesehatan kelu arga dan individu (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rumah sehat adalah bangunan tempat berlindung dan beristirahat serta sebagai sarana pembinaan keluarga yang menumbuhkan kehidupan sehat secara fisik, mental dan sosial, sehingga seluruh anggota keluarga dapat bekerja secara produktif. Oleh karena itu keberadaan perumahan yang sehat, aman, serasi, teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik.
Rumah Sehat
Kriteria rumah sehat didasarkan pada pedoman teknis penilaian rumah sehat Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI tahun 2007. Pedoman teknis ini disusun berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang persyaratan Kesehatan Perumahan. Sedangkan pembobotan terhadap kelompok komponen rumah, kelompok sarana sanitasi, dan kelompok perilaku didasarkan pada teori Blum, yang diinterpetasikan terhadapBobot komponen rumah (31%), Bobot sarana sanitasi (25%), Bobot Perilaku (44%)

Kelompok Komponen Rumah yang dijadikan dasar penilaian rumah sehat menggunakan Indikator komponen sebagai berikut :
  1. Langit-langit
  2. Dinding
  3. Lantai
  4. Jendela kamar tidur
  5. Jendela ruang keluarga
  6. Ventilasi
  7. Lubang asap dapur
  8. Pencahayaan
  9. Kandang
  10. Pemanfaatan Pekarangan
  11. Kepadatan penghuni.
Indikator sarana sanitasi meliputi :
  1. Sarana air bersih
  2. Jamban
  3. Sarana pembuangan air limbah
  4. Sarana pembuangan sampah.

Perilaku penghuni rumah dinilai dengan indikator penilaian yang meliputi :
  1. Kebiasaan mencuci tangan
  2. Keberadaan vektor tikus
  3. Keberadaan Jentik.

Komponen yang harus dimiliki rumah sehat (Ditjen Cipta Karya, 1997) adalah :
  1. Fondasi yang kuat untuk mene ruskan beban bangunan ke tanah dasar, memberi kestabilan bangunan , dan merupakan konstruksi penghubung antara bagunan dengan tanah;
  2. Lantai kedap air dan tidak lembab, tinggi minimum 10 cm dari pekarangan dan 25 cm dari badan jalan, bahan kedap air, unt uk rumah panggung dapat terbuat dari papan atau anyaman bambu;
  3. Memiliki jendela dan pintu yang berfungsi sebagai ventilasi dan masuknya sinar matahari dengan luas minimum 10% luas lantai;
  4. Dinding rumah kedap air yang berfungsi untuk mendukung atau menyangga atap, menahan angin dan air hujan, melindungi dari panas dan debu dari luar, serta menjaga kerahasiaan ( privacy) penghuninya;
  5. Langit -langit untuk menahan dan menyerap panas terik matahari, minimum 2,4 m dari lantai, bisa dari bahan papan, anyaman bambu, tripleks atau gipsum; serta
  6. Atap rumah yang berfungsi sebagai penahan panas sinar matahari serta melindungi masuknya debu, angin dan air hujan.
Read about Permukiman Sehat DISINI
Info lebih lengkap dan menarik lainnya, click http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/08/rumah-dan-lingkungan-sehat.html

Sanitasi Lingkungan

0 komentar

by Munif Arifin, http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/07/sanitasi-lingkungan.html                               

Beberapa Pengertian Tentang Sanitasi Lingkungan

Penyakit-penyakit berbasis lingkungan masih merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Kecenderungan ini juga semakin mendapatkan legitimasi seiring dengan munculnya Flu Burung dan Flu Babi, dua penyakit yang sangat berkaitan dengan sanitasi lingkungan.
Bahkan pada kelompok bayi dan balita, penyakit-penyakit berbasis lingkungan menyumbangkan lebih 80% dari penyakit yang diderita oleh bayi dan balita. Keadaan tersebut mengindikasikan masih rendahnya cakupan dan kualitas intervensi kesehatan lingkungan (Data Susenas 2001)
Munculnya kembali beberapa penyakit menular sebagai akibat dari semakin besarnya tekanan bahaya kesehatan lingkungan yang berkaitan dengan masalah sanitas i- cakupan air bersih dan jamban keluarga yang masih rendah, perumahan yang tidak sehat, pencemaran makanan oleh mikroba, telur cacing dan bahan kimia, penanganan sampah dan limbah yang belum memenuhi syarat kesehatan, vektor penyakit yang tidak terkendali (nyamuk, lalat, kecoa, ginjal, tikus dan lain-lain), pemaparan akibat kerja (penggunaan pestisida di bidang pertanian, industri kecil dan sektor informal lainnya), bencana alam, serta perilaku masyarakat yang belum mendukung ke arah pola hidup bersih dan sehat.
Para ahli kesehatan masyarakat sebetulnya sudah sangat sepakat dengan kesimpulan H.L Bloom yang mengatakan bahwa kontribusi terbesar terhadap terciptanya peningkatan derajat kesehatan seseorang berasal dari kualitas kesehatan lingkungan dibandingkan faktor yang lain. Namun energi dan kebijakan anggaran agaknya masih masih sangat cenderung kepada program yang bersifat kuratif.
Bahkan, lebih jauh menurut hasil penelitian para ahli, ada korelasi yang sangat bermakna antara kualitas kesehatan lingkungan dengan kejadian penyakit menular maupun penurunan produktivitas kerja. Pendapat ini menunjukkan bahwa demikian pentingnya peranan kesehatan lingkungan bagi manusia atau kualitas sumber daya manusia.
Pengertian sehat menurut WHO adalah “Keadaan yg meliputi kesehatan fisik, mental, dan sosial yg tidak hanya berarti suatu keadaan yg bebas dari penyakit dan kecacatan.”.
Sedangkan menurut UU No 23 / 1992 Tentang kesehatan “Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.”
Pengertian Lingkungan Menurut A.L. Slamet Riyadi (1976) adalah ”Tempat pemukiman dengan segala sesuatunya dimana organismenya hidup beserta segala keadaan dan kondisi yang secara langsung maupun tidak dpt diduga ikut mempengaruhi tingkat kehidupan maupun kesehatan dari organisme itu.”
Terdapat beberapa pendapat tentang pengertian Kesehatan Lingkungan sebagai berikut :
  • Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut World Health Organisation (WHO) pengertian Kesehatan Lingkungan : Those aspects of human health and disease that are determined by factors in the environment. It also refers to the theory and practice of assessing and controlling factors in the environment that can potentially affect health. Atau bila disimpulkan “Suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.”
  • Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) : Suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.
  • Apabila disimpulkan Pengertian Kesehatan Lingkungan adalah : Upaya perlindungan, pengelolaan, dan modifikasi lingkungan yang diarahkan menuju keseimbangan ekologi pada tingkat kesejahteraan manusia yang semakin meningkat.
Sanitasi
Beberapa pengertian Sanitasi (dari berbagai sumber) :
Sanitation is the hygienic means of preventing human contact from the hazards of wastes to promote health. Hazards can be either physical, microbiological, biological or chemical agents of disease. Wastes that can cause health problems are human and animal feces, solid wastes, domestic wastewater (sewage, sullage, greywater), industrial wastes, and agricultural wastes. Hygienic means of prevention can be by using engineering solutions (e.g. sewerage and wastewater treatment), simple technologies (e.g.latrines, septic tanks), or even by personal hygiene practices (e.g. simple handwashing with soap)-WHO
The term "sanitation" can be applied to a specific aspect, concept, location, or strategy, such as:
  • Basic sanitation - refers to the management of human feces at the household level. This terminology is the indicator used to describe the target of the Millennium Development Goal on sanitation.
  • On-site sanitation - the collection and treatment of waste is done where it is deposited. Examples are the use of pit latrines, septic tanks, and imhoff tanks.
  • Food sanitation - refers to the hygienic measures for ensuring food safety.
  • Environmental sanitation - the control of environmental factors that form links in disease transmission. Subsets of this category are solid waste management, water and wastewater treatment, industrial waste treatment and noise and pollution control.
  • Ecological sanitation - a concept and an approach of recycling to nature the nutrients from human and animal wastes.
Sanitation generally refers to the provision of facilities and services for the safe disposal of human urine and faeces. Inadequate sanitation is a major cause of disease world-wide and improving sanitation is known to have a significant beneficial impact on health both in households and across communities. The word 'sanitation' also refers to the maintenance of hygienic conditions, through services such as garbage collection and wastewater disposal (Sanitation and public health)
Pengertian sanitasi adalah sesuatu cara untuk mencegah berjangkitnya suatu penyakit menular dengan jalan memutuskan mata rantai dari sumber. Sanitasi merupakan usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada penguasaan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan (Azwar,1990).
Sanitasi merupakan salah satu tantangan yang paling utama bagi negara negara berkembang. Karena menurut WHO, penyakit diare membunuh satu anak di dunia ini setiap 15 detik, karena access pada sanitasi masih terlalu rendah. Hal ini menimbulkan masalah kesehatan lingkungan yang besar, serta merugikan pertumbuhan ekonomi dan potensi sumber daya manusia pada skala nasional .
Terdapat beberapa data yang mendukung, antara lain :
  1. Terdapat 47% masyarakat masih berperilaku buang air besar ke sungai, sawah, kolam, kebun dan tempat terbuka (Hasil studi Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) tahun 2006)
  2. Berdasarkan studi Basic Human Services (BHS) di Indonesia tahun 2006, perilaku masyarakat dalam mencuci tangan adalah (1) setelah buang air besar 12%, (2) setelah membersihkan tinja bayi dan balita 9%, (3) sebelum makan 14%, (4) sebelum memberi makan bayi 7%, dan (5) sebelum menyiapkan makanan 6 %.
  3. Sementara studi BHS lainnya terhadap perilaku pengelolaan air minum rumah tangga menunjukan 99,20 % merebus air untuk mendapatkan air minum, namun 47,50 % dari air tersebut masih mengandung Eschericia coli.
Kondisi seperti ini dapat dikendalikan melalui intervensi terpadu melalui pendekatan sanitasi total. Hal ini dibuktikan melalui hasil studi WHO tahun 2007, yaitu kejadian diare menurun 32% dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi dasar, 45% dengan perilaku mencuci tangan pakai sabun, 39% perilaku pengelolaan air minum yang aman di rumah tangga. Sedangkan dengan mengintegrasikan ketiga perilaku intervensi tersebut, kejadian diare menurun sebesar 94%.
Pemerintah juga telah sepakat dengan komitmen untuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015, yaitu meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan kepada separuh dari proporsi penduduk yang belum mendapatkan akses.
Info lebih lengkap dan menarik lainnya, click http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/07/sanitasi-lingkungan.html

Rumah Sehat Rumah Idaman

0 komentar



Sebuah rumah merupakan salah satu komponen terpenting yang tak dapat terbantahkan lagi dalam peranannya pada kehidupan umat manusia. Tidak sedikit pula kejadian dan bencana yang menimbulkan banyak kerugian menimpa suatu individu karena tidak tercukupinya kebutuhan primer ini, Rumah. Akan tetapi, dapatkah dipastikan jika kebutuhan akan rumah ini terpenuhi lantas diri kita akan terbebas dari semua masalah kehidupan yang ada? Bukankah kita sebenarnya membutuhkan suatu rumah yang sehat, nyaman, dan menentramkan yang menjadi Rumah Idaman kita? Berikut ini akan disampaikan kriteria apa saja yang menjadikan rumah anda sebagai Rumah Idaman

Berdasar pengamatan beberapa psikolog, jika kita merasa nyaman berada di dalam rumah maka segala sesuatu yang akan kita kerjakan menjadi lebih bersemangat dan memiliki kecenderungan sukses yang lebih besar daripada mereka yang merasa tidak nyaman berada di rumah. Dalam hal ini diartikan bahwa untuk mencapai suatu keberhasilan tidak hanya diperlukan aspek usaha spesifik pada bidang tersebut, tetapi juga harus didukung dengan infrastruktur, seperti rumah, yang baik. Oleh karena itu, adalah sangat penting untuk mendapatkan Rumah Idaman bagi masing-masing orang.

Bagaimana cara mendapatkan Rumah Idaman kita tersebut? Tentu akan tidak sama bagi tiap-tiap orang, namun masyarakat pastilah setuju bahwa rumah idaman mereka adalah rumah yang mampu mendukung segala kegiatan mereka dan mampu meningkatkan performa kerja masing-masing. Untuk mendapatkan segala sesuatu yang mendukung performa mereka, salah satu syarat terpenting yang harus dipenuhi adalah dengan mewujudkan Rumah Sehat.

Rumah disebut sehat apabila memenuhi syarat – syarat :
  1. Kesehatan

Suatu rumah disebut memenuhi syarat kesehatan apabila :
Cukup hawa dan aliran udara segar, berarti mempunyai ventilasi yang cukup.
  1. Kekuatan bangunan

    1. Rumah dengan struktur dan kontruksi bangunan yang cukup kuat sesuai
      dengan keadaan setempat.

    1. Rumah yang menggunakan bahan yang cukup kuat, tidak mudah
      rapuh dan tidak khawatir dapat ambruk sewaktu – waktu.

  1. Keterjangkauan

Secara sosial ekonomis, terjangkau oleh pemilik atau penghuni, baik
ongkos / biaya sewa, membeli atau membangun.

Selain syarat-syarat yang ada di atas, terdapat juga beberapa persyaratan yang dijadikan acuan dalam menggolongkan suatu rumah pada predikat Rumah Sehat.

Kriteria Rumah Sehat
Rumusan yang dikeluarkan oleh APHA (American Public Health Association)
bahwa persyaratan rumah sehat :
  • Harus memenuhi kebutuhan – kebutuhan physiologis

  • Harus memenuhi kebutuhan – kebutuhan psycologis

  • Harus terhindar dari penyakit menular

  • Harus terhindar dari kecelakaan – kecelakaan

Tentu saja selain itu kita juga masih harus memperhatikan aspek sanitasi, drainase, lokasi, serta sarana dan prasarana lingkungan. Tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan juga sangat memengaruhi aspek kelayakan pada suatu rumah. Di samping hal yang telah diuraikan di atas, bahwa Rumah Sehat yang menjadi ciri dari sebuah Rumah Idaman tersebut juga harus memenuhi aspek persyaratan fisiologis, psikologis, dan bebas dari penularan penyakit. Dari berbagai sumber ilmiah yang didapatkan dari Jurnal Ilmiah internasional yang melansir keterangan dari Winslow dan APHA, didapatkan aspek :
  1. Memenuhi kebutuhan fisiologis

  1. Memenuhi kebutuhan psikologis

  1. Mencegah penularan penyakit

Jika segala kebutuhan dan aspek di atas mampu diwujudkan, akan tercipta suatu rumah sehat yang cukup aman dan nyaman bagi masing-masing penghuni. Tentu saja kenyamanan ini akan menjadikan rumah kita sebagai tempat untuk bernaung dan tempat untuk beristirahat sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna, baik fisik, rohani maupun sosial.

Dan bagi anda yang mungkin ingin mencari-cari referensi mengenai properti tentang rumah, pembelian rumah, penjualan, dan segala macamnya, dapat anda coba untuk berkunjung ke PropertyKita.com atau berkunjung ke blog Rumah Idaman.
Info lebih lengkap dan menarik lainnya, click, http://ilalangpagi.blogspot.com/2009/08/rumah-sehat-rumah-idaman.html

5 Kebiasaan Yang Perlu Diubah Agar Kulit Tetap Cantik

0 komentar

By: tisca, http://btb4.blogspot.com/2009/12/5-kebiasaan-yang-perlu-diubah-agar.html                  


Tahukah Anda, bahwa kerutan, kantung mata, dan kulit kemerahan tak hanya disebabkan oleh matahari atau genetik? Hal-hal kecil yang Anda lakukan setiap harinya bisa jadi penyebab itu semua. Untuk mendapatkan kulit yang cantik dan bagus, mungkin hanya perlu mengubah kegiatan-kegiatan kecil sehari-hari Anda saja.

Berikut tips yang diberikan oleh Mary P. Lupo, MD, dermatologis dari New Orleans, Amerika:

1. Kebiasaan mengeksfoliasi kulit wajah dengan butiran-butiran (scrubs) dari bahan-bahan yang keras bisa merusak kulit. Terkadang ada beberapa produsen produk kecantikan memiliki eksfoliator dari benda-benda seperti kerang yang dihaluskan, kacang, atau biji-bijian. Sayangnya, benda-benda tersebut terkadang masih memiliki sudut-sudut yang tajam, dan tak jarang melukai kulit.

Sebaiknya ganti dengan scrub yang kecil dan bundar. David Bank, MD, dermatologis dari Mt. Kisco, New York mengatakan, jika Anda memiliki kulit wajah yang sensitif, coba gunakan eksfoliator dari baking soda. Cukup campurkan baking soda secukupnya dengan air hingga menjadi pasta. Lalu, gunakan sebagai scrub.

2. Kebiasaan mandi atau berendam dengan air hangat/panas terlalu lama bisa mengikis kulit. Terlalu lama mandi dengan air panas bisa membuat lapisan lipid (pengikat sel kulit yang membuatnya tetap lembab) jadi terkikis. Memang, beberapa jam kemudian lipid akan terbentuk kembali, namun selama proses tersebut, kelembaban tubuh terhilang dalam jumlah yang cukup banyak. Belum lagi jika air memiliki kandungan klorin yang bisa membuat kulit kering dan teriritasi. Jika memang harus mandi dengan air panas, usahakan tak lebih dari 10 menit, demi menjaga agar kulit tetap segar dan lembab.

3. Cek rutin ke dokter mata. Gerakan otot yang berulang, seperti mengernyit, bisa menyebabkan kerutan atau garis halus sementara (di antara alis dan di bagian luar mata) menjadi permanen. Kebanyakan wanita tak menyadari bahwa mereka harus memeriksakan mata mereka secara rutin, setidaknya dua tahun sekali. Apalagi ketika mereka mulai menyadari bahwa mereka mengalami kesulitan penglihatan, tanpa sadar kita akan mengernyit, hingga menghasilkan kerutan. Entah Anda mulai merasa ada yang salah dengan penglihatan atau tidak, mata Anda sebaiknya rutin diperiksa. Jangan malu pula untuk mengenakan kacamata hitam ketika berada di luar ruangan di siang hari. Selain untuk menghindari kerutan, juga untuk mencegah katarak yang bisa terjadi akibat terkena paparan sinar matahari langsung dan sering.

4. Kebiasaan menata rambut usai mencuci wajah di pagi hari? Sebaiknya ubah kebiasaan ini. Mengapa? Karena secara tak disadari, produk-produk penata rambut bisa tersangkut di anak-anak rambut, yang ada di sekitar wajah. Ujung-ujungnya, akan ada jerawat-jerawat di sekitar anak rambut dan pori-pori tersumbat akibat produk-produk penata rambut. Langkah yang sebaiknya dilakukan adalah, jika Anda sudah keramas di malam hari, tatalah rambut di pagi hari. Lakukan penataan rambut dulu, lalu bersihkan wajah Anda. Jika hal ini merepotkan, Anda bisa membersihkan wajah usai penataan rambut dengan tisu basah khusus wajah atau untuk bayi sebelum menggunakan make-up.

5. Tidur menyamping. Jika Anda seperti kebanyakan orang yang terbangun karena alarm, tapi tak langsung beraktivitas, kemungkinan terbesar Anda masih menempelkan wajah di bantal sebentar. Gravitasi bisa menyebabkan cairan mengumpul di bagian bawah mata, menyebabkan bawah mata bengkak. Ketika ini terjadi setiap hari, maka akan terjadi kantung mata.

Mereka yang tidur menyamping juga cenderung memiliki kerutan. Garis-garis akibat seprai yang tertinggal di wajah, jika terjadi setiap hari akan menjadi permanen. Karena lipatan atau kerutan yang terjadi setiap hari dan terus-menerus menyebabkan kolagen rusak. Ada baiknya Anda mencoba melatih diri untuk tidur telentang. Boleh coba dengan tidur menggunakan bantal travel yang bentuknya mirip tapal kuda. Atau, letakkan bantal kecil di bagian bawah lutut. Ini akan memberikan tulang punggung Anda sokongan netral dan membuat Anda tak ingin membalikkan tubuh. Para ahli juga merekomendasikan untuk mengganti seprai dengan seprai sutera yang jarang menggumpal, sehingga tak akan meninggalkan guratan pada wajah.
Info lebih lengkap dan menarik lainnya, click http://btb4.blogspot.com/2009/12/5-kebiasaan-yang-perlu-diubah-agar.html               

Manfaat Buah Alpukat

0 komentar

By: tisca, http://btb4.blogspot.com/2008/12/manfaat-buah-alpukat.html                     


Alpukat (Persea americana) — dalam Bahasa Indonesia baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut sebagai avokad — merupakan buah yang sering kita jumpai. Buah serbaguna ini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia. Ada banyak zat yang kaya manfaat yang terdapat di buah ini. Buah berwarna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Sebagian orang takut untuk mengkonsumsinya karena dianggap memiliki kandungan lemak yang tinggi. Apakah memang benar demikian? Apa saja manfaat dan khasiat alpukat atau avokad?

Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.

Manfaat Alpukat

Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.

Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.

Selain itu, sebagai buah, alpukat juga tentu bisa dinikmati sebagai hidangan yang lezat. Berbagai hidangan disajikan dengan menambah alpukat sebagai bagian dari hidangan tersebut.


Zat Kaya Manfaat dalam Alpukat

Alpukat atau avokad memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.

Selain itu alpukat mengandung lemak yang cukup tinggi. Namun jangan takut karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.

Berikut ini penjelasan beberapa zat dalam alpukat atau avokad yang bermanfaat bagi tubuh kita:
  • Vitamin E dan vitamin A
Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.
  • Potasium atau Kalium
Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
  • Lemak tak jenuh
Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.
  • Asam oleat
Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.
  • Vitamin B6
Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.
  • Zat Besi dan Tembaga
Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.
  • Mineral Mangaan dan Seng
Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.


Hidup Sehat dengan Alpukat

Di beberapa bagian dunia, buah ini dianggap sebagai salah satu buah eksotis dan langka. Mungkin alpukat telah memainkan peranan penting dalam diet makanan Anda. Setelah merasa berbagai hidangan yang mengandung alpukat atau avokad, Anda mungkin dapat mengatakan bahwa buah ini benar-benar banyak manfaatnya dan juga buah yang lezat!
Info lebih lengkap dan menarik lainnya, click http://btb4.blogspot.com/2008/12/manfaat-buah-alpukat.html

Walking Boosts Brain Benefit

0 komentar

Source: http://naturalhealthnews.blogspot.com/2010/12/walking-boosts-brain-benefit.html


The essential fatty acids are important nutrients for everything from brain function to cell function. Of course healthy fat is critical and omega 3 boosts brain health as it promotes cellular integrity.
ScienceDaily (Dec. 1, 2010) — The discovery by UCLA biochemists of a new method for preventing oxidation in the essential fatty acids of cell membranes could lead to a new class of more effective nutritional supplements and potentially help combat neurodegenerative disorders such as Parkinson's disease and perhaps Alzheimer's.

Exercise is proven to benefit health because it is an activity that improves oxygen levels and improves circulation.  Now it is sure that walking makes brain fitness a sure thing.

And as another medical and health writer explains: "Activity, for a start, generally boosts blood circulation. Brain function may be enhanced by enhanced blood supply to this organ through improved delivery of oxygen and key nutrients".
The health benefits of walking are so well known that a fifth-grader could probably recite them. A daily dose of 30 minutes of brisk walking is good for your heart, lungs, muscles, blood pressure and bones.

Now we find out it's also good for your brain.

A study released last month by researchers at the University of Pittsburgh shows that walking a few miles per week can stave off the progress of Alzheimer's disease. According to the BBC, the study proves that "people who walk at least [5 miles] a week have bigger brains, better memories and improved mental ability compared to those who are more sedentary."

This follows an earlier study released in August. Led by Dr. Arthur F. Kramer, researchers from the University of Illinois at Urbana-Champaign have shown that walking not only builds up your muscles, but also builds up the connectivity between brain circuits. This is important because as we age, the connectivity between those circuits diminishes and affects how well we do every day tasks, such as driving. But aerobic exercise, such as brisk walking, helps revive those flagging brain circuits.

"Almost nothing in the brain gets done by one area -- it's more of a circuit," Kramer explained to ScienceDaily. "These networks can become more or less connected. In general, as we get older, they become less connected, so we were interested in the effects of fitness on connectivity of brain networks that show the most dysfunction with age."

Neuroscientists have identified several distinct brain circuits, and one of the most intriguing is the default mode network (or DMN), which dominates brain activity when a person is least engaged with the outside world -- either passively observing something or simply daydreaming. Previous studies found that a loss of coordination in the DMN is a common symptom of aging and in extreme cases can be a marker of disease.

The study: For one year, Kramer's team followed 70 adults who ranged in age from 60 to over 80 years old. All of them were sedentary before the study began. The participants were divided into two groups. One did aerobic walking, while the others served as a control group that did toning, stretching and strengthening exercises.

Brain function was measured using functional magnetic resonance imaging (fMRI) to examine brain networks and determine whether aerobic activity increased connectivity in the DMN or other brain networks. The researchers measured participants' brain connectivity and performance on cognitive tasks at the beginning of the study, at six months and after a year of either walking or toning and stretching. A group of young adults, ages 20 to 30, was also tested for brain function for comparison.

The results: Those who walked briskly reaped the biggest benefits -- and not just physically, Kramer writes in the journal Frontiers in Aging Neuroscience. As the older people became more fit, the aerobic exercise actually improved their memory, attention and several other cognitive processes. In fact, the coherence among different regions in the brain networks increased so much, it actually mimicked that of the 20-somethings.

Specifically, at the end of the year, DMN connectivity was significantly improved in the brains of the older walkers, but not in the stretching and toning group. The walkers also had increased connectivity in parts of another brain circuit called the fronto-executive network, which aids in the performance of complex tasks, and they did significantly better on cognitive tests than did their toning and stretching peers.

Kramer says even moderate aerobic exercise will enhance the function of specific brain structures and improve the coordination of important brain networks. But it must be aerobic to work. Toning and stretching aren't enough to reap the benefits.

"The higher the connectivity, the better the performance on some of these cognitive tasks, especially the ones we call executive control tasks -- things like planning, scheduling, dealing with ambiguity, working memory and multitasking," Kramer said. These are the very skills that tend to decline with aging, he said.

The gotcha: It doesn't happen overnight. It took a full year of walking for the results to be seen. Even the six-month test results showed no significant brain changes. The group that did the stretching exercises saw no cognitive benefit.

This isn't the first study to reach this conclusion. Recent research from the Harvard School of Public Health tracked more than 18,000 women ages 70 to 81 and concluded that the more active we are, the better our cognition. Specifically, walking one-and-a-half hours a week at a pace of one mile in 16-20 minutes gives the full cognitive benefits.

There are many other interesting information, just click :http://naturalhealthnews.blogspot.com/2010/12/walking-boosts-brain-benefit.html

Sisi Lain Dari Puasa Romadhon : Detoksifikasi Tubuh


oleh em_sholikhan

Tak hanya menyehatkan psikis -- penyucian diri dari sisi spiritual -- puasa juga bermanfaat bagi kesehatan fisik, yaitu membersihkan diri dari berbagai keburukan dan segala penyakit.  Untuk penyucian diri dari sisi fisik ini bisa berarti secara harfiah, yaitu membersihkan tubuh dari bahan-bahan sisa dan penyakit pada tubuh. ''Secara praktis, puasa memperbaharui kehidupan manusia, yaitu membuang sisa makanan yang telah lama mengendap dan menggantikannya dengan yang baru,'' kata ahli gizi, Marzuki Iskandar.

Dengan berpuasa, tanpa makan dan minum sejak subuh hingga magrib, maka perut dan alat pencernaan pun beristirahat. Meski begitu, proses metabolisme dalam tubuh tetap berjalan untuk mengolah persediaan yang masuk di saat sahur. Proses itu tujuannya memelihara tubuh di saat berpuasa.
Marzuki yang juga mengajar di Akademi Gizi yang berada di bawah Kementerian Kesehatan ini berpendapat, pengaturan makan saat berpuasa memberikan keuntungan tersendiri. Mereka yang berpuasa, hanya boleh makan atau minum di saat berbuka pada waktu maghrib hingga saat sahur dan menjelang subuh (imsak). Makanan yang masuk pun diatur, sehingga pencernaan bisa bekerja kembali dengan baik.

Manfaat pengaturan makan di saat berpuasa, katanya, menghasilkan pertahanan dan perlindungan tubuh. Itu didapatkan melalui proses pembuangan makanan-makanan sisa metabolisme dalam tubuh.

Pengaturan pola makan memberikan nilai tambah lain, yaitu membantu mengendalikan nafsu untuk mengonsumsi makanan. Pengendalian nafsu itu sangat penting agar zat-zat yang membahayakan tubuh dalam konsumsi makanan daapt dikendalikan.

Kolesterol baik di dalam tubuh atau HDL (high density lipoprotein) bisa meningkat selama berpuasa. Sementara kolesterol jahat atau LDL (low densitu lipoprotein) menurun. Dengan adanya peningkatan HDL dan penurunan LDL, maka terjadi keseimbangan kolesterol dalam tubuh. Ini bisa memperbaiki sirkulasi darah ke arteri, nadi, otak, dan jantung. ''Dari hasil penelitian membuktikan hal ini. Oleh karenanya, berpuasa bisa menyeimbangkan kolesterol dan baik bagi mereka yang berpenyakit hipertensi dan masalah kolesterol.''

Keseimbangan kolesterol, Uki berpendapat, bisa meminimalisasi penyumbatan pada arteri jantung (arterosklerosis), membebaskan sumbatan di kadriovaskular lainnya, dan menormalkan sumbatan ke otak. ''Yang paling penting adalah manfaatnya dalam mencegah terjadinya stroke.''

Bagi mereka yang kegemukan, lanjutnya, berpuasa bisa menjadi ajang untuk menurunkan berat badan ke tingkat yang normal. Kegemukan terjadi, salah satunya karena makanan yang tidak diproses dengan baik di dalam tubuh dan ditimbun menjadi lemak. Orang yang berpuasa memiliki metabolisme tubuh yang lebih baik yang mampu mengubah kelebihan lemak menjadi energi. ''Namun ini tentu harus dibarengi dengan pola makan dan nutrisi yang sehat.''

Sementara itu, bagi mereka yang kurus, berpuasa sangat bermanfaat untuk meningkatkan berat badan. "Pengaturan makan dengan nutrisi yang baik dan sehat, ditambah dengan metabolisme yang lancar, bisa memperbaiki kekurangan berat badan yang dialaminya," ujarnya.

Manfaat puasa sungguh lengkap, ya?

sumber tulisan : http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/pernik/10/08/11/129492-manfaat-lain-puasa-ramadhan-detoksifikasi-tubuh
judul asli : Manfaat lain Puasa Ramadhan : Detoksifikasi Tubuh

Kebiasaan Minum Susu Memengaruhi Tinggi Badan

0 komentar

Sumber: http://hidup-sehat.blogspot.com/2008/02/kebiasaan-minum-susu-memengaruhi-tinggi.html

Banyak bangsa di dunia, terutama Eropa, kebiasaan minum susu dilakukan setiap sarapan pagi. Kebiasaan minum susu dan kandungan gizi yang tinggi yang terdapat dalam susu, menyebabkan tinggi rata-rata orang Eropa melebihi tinggi orang Asia kebanyakan.

Susu sapi diperkirakan baru dikenal oleh bangsa Indonesia pada zaman penjajahan Belanda pada Abad ke-18.

Kendati begitu, hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi susu masih rendah sekali. Sebuah data menyebutkan, pada 2006 tercatat jumlah konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 7,7 liter per kapita/tahun atau lebih rendah ketimbang sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (Asean).

Menurut dr Natalia Emmy MS SpGK, dokter gizi dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta dalam festival susu yang diselenggarakan Tetra Pak Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu, konsumsi susu masyarakat India tahun 2006 mencapai 44,9 liter per kapita/tahun, Malaysia 25 liter per kapita/tahun, Thailand 25,1 liter per kapita/tahun, Singapura 20,8 liter per kapita/tahun, Filipina 11 liter per kapita/tahun, serta Vietnam 8,5 liter per kapita/tahun.

dr Natalia mengungkapkan adanya anggapan bahwa susu mahal, menaikkan berat badan, menyebabkan darah tinggi, atau menyebabkan kolesterol, cenderung membuat seseorang enggan untuk mengonsumsi susu.

Padahal, menurut dia, Food and Drug Administration (FDA) yakni BPOM-nya Amerika Serikat pada 1993 mengeluarkan pernyataan resmi, bahwa susu sangat bermanfaat untuk mencegah osteoporosis, mengurangi risiko kanker, menurunkan risiko darah tinggi, serta menunda penuaan sekaligus dapat mengecilkan pori-pori di wajah.

Ricky Soebagdja, atlet badminton peraih medali emas Olimpiade 1996 yang menjadi Duta Kampanye Minum Susu menyerukan pentingnya masyarakat minum susu guna memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi untuk menunjang prestasi.

dr Natalia menjelaskan makronutrien susu meliputi kandungan energi sebesar 60 kalori, karbohidrat 4,52 gram, lemak sebanyak 3,25 gram, protein sejumlah 3,22 gram, serta air 88,32 gram.

Bentuk susu yang cair yang merupakan salah satu keunggulan susu dibandingkan dengan makanan bergizi lainnya, menjadikan vitamin dan mineral yang secara lengkap terdapat pada susu mudah diserap dengan sempurna oleh tubuh.

Susu sebagai sumber vitamin A berfungsi untuk memelihara bagian tertentu pada tubuh seperti epitel, mata, sistem kekebalan tubuh. Dampak kekurangan vitamin A itu sendiri akan mengakibatkan gangguan pada pertumbuhan, buta senja serta kulit kering.

Vitamin D yang juga terkandung di dalam susu, kata dr Natalia , berperan untuk mencegah rakhitis pada anak dan osteomalacia pada orang dewasa. “Susu juga mengandung vitamin B2 yang penting dalam metabolisme lemak, protein dan karbohidrat. Untuk menghindari bibir dan lidah pecah-pecah, serta dermatitis seboroik,” ujar dr Natalia.

Kandungan vitamin B12 pada susu yang berfungsi untuk pembentukan gen dan metabolisme folat, akan mencegah timbulnya anemia, kesemutan, dan glositis pada tubuh seseorang.

Sementara itu, upaya antisipasi terhadap osteoporosis dan kejang dapat pula dilakukan dengan mengonsumsi susu sebagai sumber vitamin penyusun tulang dan gigi, pembekuan darah, transmisi saraf, kontraksi otot, dan aktivasi enzim-enzim.

Susu yang merupakan sumber fosfor komponen tulang, gigi, membran sel dan pembentukan ATP, sangat bermanfaat guna mengatasi kelemahan otot serta gagal kardiorespirasi. Lebih lanjut dr Natalia mengatakan bahwa kekurangan susu yang di dalamnya terkandung yodium akan menyebabkan gondok, hipotiroid, dan kerdil. (izn)

Ada banyak info menarik lainnya, klik : http://hidup-sehat.blogspot.com/2008/02/kebiasaan-minum-susu-memengaruhi-tinggi.html

Kiat Memasak Sayuran Tetap Sehat

0 komentar

Sumber : http://hidup-sehat.blogspot.com/2009/04/kiat-memasak-sayuran-tetap-sehat.html

Memasak sayur perlu kiat khusus. Salah mengolah, kandungan gizi dan mineral bisa rusak atau menguap sia-sia. Cara sehat yang dianjurkan adalah mengonsumi sayuran segar tanpa dimasak. Hanya saja, kadang mencuci sayuran hingga bersih pun tak cukup membunuh bakteri dan kuman dalam sayuran.

Lagi pula tak semua orang cocok makan sayuran mentah. Respon kekebalan tubuh berbeda atau ibu hamil dengan tubuh yang lebih sensitif, bisa membuat sayuran mentah menjadi berbahaya saat dikonsumsi. Sehingga tak ada cara lain paling aman selain memasak. Berikut adalah kiat-kiat bagaimana memasak sayur agar kandungan nutrisinya tetap terjaga baik meskipun harus bersentuhan dengan suhu tinggi saat pengolahan.

Memangang. Kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Saat memanggang, sayuran harus disertai kandungan air tinggi agar tidak mengering. Sayuran dari akar-akaran adalah yang jenis terbaik untuk dipanggang, seperti kentang, bawang, atau tomat.

Mengukus Mengolah sayuran dengan mengukus mungkin adalah cara terbaik untuk memasak seluruh tipe sayuran. Cara ini dapat mempertahankan gizi dan mematangkan sayur dalam waktu singkat.

Tekanan Tinggi/Presto. Memasak sayur dalam tekanan tinggi akan menyingkat waktu memasak sehingga dapat menyimpan nutrisi. Masalahnya, jika anda terlalu lama, biarpun dalam periode singkat, sayur akan berubah menjadi lembek. Apalagi semua sayur memiliki tekstur dan kepadatan berbeda, sehingga pastikan jenis sayur dan periode yang tepat jika panci tekanan tinggi menjadi pilihan anda. Selama bisa, hindari memasak sayuran dengan presto.

Menumis. Ini salah satu cara cepat memasak sayur di atas penggorengan pipih dengan sedikit minyak sayur. Di atas wajan melengkung pun sah. Tapi ingatlah, ketika memasak sayur dengan minyak, vitamin larut dalam lemak mungkin berakhir bersama minyak. Ada baiknya jangan anda buang minyak tersebut.

Memasak tanpa air. Metode ini baik untuk sayur-sayuran berdaun hijau dengan mengandalkan air yang menempel pada daun setelah sayuran dicuci. Cara ini biasanya membutuhkan tiga hingga lima menit.

Merebus. Merebus sayur adalah cara yang paling tidak dianjurkan karena resiko nutrisi hilang sangat besar. Jika anda harus menggunakan cara ini, tambahkan sayur hanya setelah air mulai mendidih dan masaklah sesingkat mungkin. Tips khusus untuk memasak dengan merebus

1. Biarkan air mendidih selama kurang lebih dua menit hingga oksigen berkurang. Oksigen dalam airlah yang menyebabkan , vitamin C dalam sayur menguap.

2 jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C , 10 hingga 12 kali lipat./itz